Kamis, 16 Juni 2011

mancing udang


Tips & Teknik Mancing Udang.

Memancing dengan target udang air tawar di beberapa daerah adalah hal yang sangat populer. Sungai-sungai besar dengan tingkat polusi yang rendah serta banyaknya tempat perlindungan satwa air dari serangan predator di dasar sungai hampir dapat dipastikan selalu menjanjikan hot spot dan hasil pancingan yang melimpah. Udang di daerah yang masih bagus dapat dikatakan hampir tidak mengenal musim. Kita dapat menjumpainya dengan mudah di sepanjang tahun terutama di perairan dataran rendah hingga perairan pasang surut. Dari pengamatan selama ini, puncak populasi tertinggi pada bulan November – Maret, terutama pada saat musim hujan.
Memancing udang bagi sebagian orang mempunyai keasyikan tersendiri. Hal ini disebabkan karena nilai ekonomisnya yang tinggi, dagingnya pun sangat enak untuk dikonsumsi. Pada hot spot yang tepat, frekuensi tarikan udang jauh lebih sering bila dibandingkan frekuensi tarikan ikan.
Ada pendapat bahwa fight dengan udang lebih dahsyat dibandingkan fight dengan ikan. Tentunya pendapat demikan sah-sah saja. Jika diteliti dengan lebih mendalam, hal ini tercetus karena umumnya hot spot ikan berada di tengah sungai yang berarus deras. Sehingga, untuk memancing ikan diperlukan timah pemberat yang besar agar umpan tidak terbawa arus. Piranti yang digunakan pun harus kelas berat agar dapat menahan beban timah serta arus sungai yang deras. Bayangkan saja, apabila kita mendapat ikan dengan bobot 1 kg, ditambah bobot timah pemberat yang begitu besar, perlawanan ikan akan terasa menarik sampah saja. Untuk memancing ikan di tempat seperti ini sangat sulit untuk menerapkan prinsip balance tackle.
Sedangkan hot spot udang biasanya terdapat di ceruk-ceruk sungai yang berarus lemah. Kita cukup menggunakan timah pemberat tidak lebih dari 30 gram dengan kenur kecil. Dengan menggunakan piranti ringan, jelas perlawanan udang akan jauh lebih mendebarkan. Disamping itu, prinsip balance tackle sangat memungkinkan untuk diterapkan.
Alasan inilah yang membuat pemancing mempunyai argumen sendiri-sendiri.

Jenis-jenis Target Udang Pancingan
Ada dua jenis udang yang biasanya menjadi target pancingan. Yang pertama adalah udang putih atau udang telor. Disebut demikian karena hampir bisa dipastikan udang betinanya selalu menggendong telur. Ukurannya relatif kecil, rata-rata seukuran telunjuk orang dewasa. Namun bisa juga sampai ukuran jempol kaki orang dewasa. Udang yang berukuran kecil berwarna transparan, sedangkan yang dewasa berwarna putih kecoklatan. Udang jenis ini bukan fighter yang tangguh. Sering kali udang ini dapat ditaklukkan tanpa perlawanan. Cara udang ini makan umpan sangat halus, malah kadang-kadang tidak terdeteksi. Ujung joran hanya bergetar-getar halus atau terangguk angguk perlahan. Bahkan, seringkali udang ini sudah terkait sendiri di mata pancing tanpa kita sadari.
Yang kedua adalah udang galah atau udang satang. Udang ini adalah primadona para pemancing udang. Ukurannya dapat mencapai sebesar botol air mineral 1500 ml dengan bobot 1,5 kg. Panjang totalnya bisa mencapai 75 cm dari ujung ekor ke ujung capit. Apabila diukur dari ujung ekor hingga ujung sungut kemungkinan dapat mencapai panjang 1 meter lebih. Ciri-ciri udang ini adalah mempunyai capit yang besar dengan warna orange serta hijau kebiruan. Untuk udang satang jantan, warna capitnya biru hijau kehitaman, berduri-duri dengan ukuran yang besar. Bentuk badannya langsing dan memanjang. Sedang untuk udang betina, capitnya lebih kecil namun ukuran badannya lebih membulat dibanding udang jantan. Udang jenis ini merupakan fighter yang hebat apapun jenis kelaminnya. Tarikannya mampu membuat joran terpental masuk ke air. Bahkan capitnya mampu memutuskan kenur besar. Populasinya lebih jarang ditemui dibandingkan udang telor. Udang ini juga menyukai air yang berarus lebih deras dan lebih banyak ditemukan di tengah sungai daripada pinggiran, tempat dimana kedalaman airnya lebih dari 1 meter.
Udang jenis ini mempunyai pola migrasi yang khas. Saat memijah ia akan bermigrasi ke hilir, sedangkan saat musim memijah usai, ia akan kembali ke hulu. Di habitatnya, udang ini adalah predator yang bersifat kanibal. Ia akan memangsa sesamanya yang lebih kecil serta ikan-ikan kecil. Oleh karena itu, anak udang atau anak ikan juga merupakan umpan yang baik untuk memancing udang satang.

Hot Spot Udang.
Hot spot udang berada di ceruk-ceruk sungai yang berarus lemah dengan kedalaman 1-3 meter. Udang tidak menyukai lokasi yang berarus deras. Udang juga tidak menyukai lokasi yang tidak berarus sama sekali karena membuat pasokan oksigen berkurang. Sedapat mungkin kita memilih lokasi yang dibawahnya terdapat balok kayu tenggelam, pilar-pilar dermaga, sampah organik, pohon tumbang, dibawah kapal parkir, dll yang sekiranya potensial dapat dijadikan persembunyian udang dari serangan predator. Udang juga sering ditemukan menempel di tubiran-tubiran sungai (drop off) tempat perbatasan arus lemah dan arus deras.
Dalam satu titik, biasanya ada beberapa ekor udang. Seandainya kita menemukan satu titik yang produktif, jangan pernah meninggalkan titik tersebut hingga semua penghuninya pindah ke korang kita.
Seandainya titik tersebut sudah tidak produktif lagi, segera cari titik baru. Namun, jangan pernah tinggalkan titik lama. Sekali-sekali cobalah lempar umpan di titik awal tersebut. Karena rombongan udang lain akan segera mengambil tempat tersebut begitu penghuni lama meninggalkan tempat.
Udang satang bersifat lebih soliter dibandingkan udang telor, terutama yang berukuran monster. Namun bila kita menemukan spot yang dipenuhi udang telor, bersabar saja dan jangan putus asa, karena kemungkinan untuk mendapatkan udang satang sangat besar. Tinggal tunggu waktu saja, udang satang akan segera memakan umpan yang kita sodorkan apabila memang ada penghuninya. Ingat, udang satang memangsa sebangsanya yang lebih kecil. Jadi, apabila banyak udang kecil di satu lokasi, pasti ada udang besar di sekitar situ. Untuk mendapatkan monster, sekali lagi tinggal tunggu waktu saja.

Kondisi air.
Udang sangat menyukai di air yang relatif bersih dan jernih. Saat kondisi air keruh, udang cenderung akan berpindah tempat mencari air yang lebih bersih dan jernih dari sekitarnya, serta mempunyai banyak tempat perlindungan. Biasanya, lokasi seperti itu akan menjanjikan banyak tarikan.
Kondisi air selepas banjir, lalu tiba-tiba surut adalah waktu yang terbaik untuk memancing udang. Dalam kondisi ini udang akan berada di pinggir karena memakan sampah sampah bekas banjir yang tertinggal di pinggir sungai.
Dalam situasi normal, apabila arus air berubah, udang akan pergi dari lokasi awal ke lokasi baru yang dirasa ideal. Dalam hal ini pemancing harus pandai pandai membaca situasi dan jangan membuang waktu untuk segera pindah mencari spot spot baru apabila spot awal sudah tidak menjanjikan lagi.

Waktu memancing
Aktivitas udang tidak mengenal waktu. Anda dapat dengan mudah mendapatkan udang baik di pagi hari, siang, sore atau malam sejauh kondisi air dan arus mendukung.
Untuk memancing di lokasi yang terpengaruh oleh pasang surut, udang akan galak menyambar umpan saat angkat pasang dan angkat surut. Sedangkan pada puncak pasang dan puncak surut, udang akan berhenti makan umpan.

Piranti
Piranti yang paling ideal untuk digunakan memancing udang adalah setting ultra light tackle atau piranti kelas ringan. Joran dapat menggunakan jenis teleskopik, atau jenis patahan dengan panjang minimum 4 feet (1,2 meter). Joran tegek dapat juga digunakan sejauh dapat menjangkau spot-spot potensial. Action joran sebaiknya dipilih yang light action.
Untuk reel, cukup menggunakan ukuran 500 atau 1000. Baik jenis spinning atau multiplier semuanya dapat digunakan. Bahkan penggunaan kelosan (tanpa reel) akan menjadi tantangan tersendiri.
Sedangkan untuk kenur utama, disarankan menggunakan jenis monofilament dengan kekuatan 4 – 10 lbs. Kenur jenis braided atau PE tidak disarankan untuk digunakan untuk memancing udang. Tingkat elastisitas kenur braided atau PE yang rendah akan membuat mulut udang yang rapuh tersebut koyak saat ia memberontak.
Prinsipnya, setting balance tackle sangat disarankan untuk dapat lebih menikmati fight dengan udang.

Leader
Ada dua jenis leader yang lazim digunakan untuk memancing udang.
Yang pertama adalah leader dengan menggunakan kenur monofilament atau fluorocarbon. Leader jenis ini dapat membuat umpan bergerak lebih alami. Sehingga frekuensi umpan dimakan udang dapat lebih sering. Namun, leader kenur mempunyai kelemahan tidak tahan gesekan dan sering putus karena capit udang satang yang tajam. Bila target kita udang satang, kita harus rajin mengganti leader apabila kondisinya sudah tergores atau aus. Memasang umpan cacing dengan menggunakan leader kenur juga memerlukan bantuan alat khusus. Cara pemasangan umpan di leader akan kita bahas kemudian.
Jenis leader kedua adalah yang berbahan kawat stainless steel. Cara ini lebih praktis. Menggunakan leader kawat lebih tahan dengan capitan udang, serta lebih mudah dalam memasang umpan. Namun, leader ini mempunyai kelemahan. Karena sifatnya yang kaku, umpan tidak dapat bergerak secara alami sehingga frekuensi strike menjadi berkurang.
Mana yang lebih baik, tentunya akan menjadi pilihan dari masing-masing orang. Bila mementingkan frekuensi strike tentunya pilihan leader kenur akan lebih bijaksana. Namun, jika kita mementingkan kepraktisan, tidak harus sering mengganti leader dan kemudahan memasang umpan, pilihan leader kawat akan lebih baik.
Panjang leader sangat bervariasi menyesuaikan dengan derasnya arus sungai. Semakin deras arus sungai, membutuhkan leader yang semakin panjang. Untuk lokasi yang berarus lemah, cukup menggunakan leader dengan panjang 15-20 cm. Sedangkan untuk air yang berarus deras, leader dapat diperpanjang hingga 30-40 cm. Penggunaan leader yang terlalu panjang di air tenang akan menurunkan tingkat sensitivitas. Sedangkan leader yang terlalu pendek di air deras akan membuat umpan terbenam ke dasar sungai sehingga udang kesulitan mendeteksi keberadaan umpan.

Mata pancing
Mata pancing yang dapat digunakan untuk memancing udang mempunyai banyak alternatif. Di toko-toko pancing tersedia mata pancing khusus udang yang berbentuk seperti celurit. Mata pancing ini cukup efektif untuk digunakan, terutama apabila spot udang berada tepat di bawah kita. Artinya, mata pancing jenis ini sangat efektif untuk memancing secara vertikal. Namun, bila spot udang terletak jauh di depan, mata pancing ini akan berkurang keefektifannya, karena target akan sering mocel apabila kita terlambat mendeteksi sambaran. Disamping itu, jenis mata pancing ini juga mudah sekali tersangkut di struktur dasar sungai.
Untuk memancing udang dengan spot yang jauh, atau secara posisi horizontal, akan lebih efektif apabila kita menggunakan mata pancing ikan dengan ukuran kecil. Ukuran yang lazim digunakan adalah ukuran pancing karbon nomor 1 – 3. Dengan ukuran ini, mata pancing relatif sulit tersangkut di struktur dasar sungai, namun tingkat hook up akan menurun jika dibandingkan dengan mata pancing khusus udang.
Bagaimana cara meningkatkan hook up tapi tidak sering tersangkut? Saat ini telah tersedia beberapa model mata pancing yang sangat efektif untuk memancing ikan dan udang sekaligus. Bentuknya mirip circle hook namun mempunyai tangkai yang lebih panjang. Model ini adalah yang paling efektif dibandingkan bentuk-bentuk yang sudah disebutkan diatas. Di daerah Sumatra, bentuk mata pancing ini dikenal dengan istilah AC-DC. Dinamakan demikian karena mata pancing ini dapat digunakan baik untuk memancing udang maupun ikan.
Mata pancing jenis ini adalah model yang paling fleksibel digunakan baik dengan posisi spot vertikal maupun horisontal. Jika sulit menemukan mata pancing ini di toko, anda dapat memodifikasi sendiri mata pancing ikan biasa dengan membengkokkan ujungnya sedikit ke dalam dengan menggunakan tang lancip
Umpan & cara memasang di mata pancing
Untuk memancing udang, umpan yang paling populer adalah cacing tanah. Dari berbagai jenis cacing tanah, yang paling baik adalah cacing merah atau cacing fosfor. Sedangkan cacing gelang, cacing susu, atau cacing jenis lainnya pada dasarnya dapat juga digunakan untuk umpan, namun karena kulitnya yang relatif keras, membuat tingkat hook up akan menurun.
Umpan lain yang juga sering digunakan untuk memancing udang adalah hati ayam, pelet, anak udang, atau anak ikan.
Secara khusus, bagian ini akan membahas cara pemasangan umpan cacing agar dapat lebih awet dan efektif untuk memancing udang.

Leader Monofilament/Fluorocarbon :
Khusus untuk pemakaian leader dari bahan kenur monofilament/fluorocarbon, agar pemasangan umpan cacing lebih efektif dan mudah, diperlukan bantuan alat khusus, yaitu tusukan dari kawat stainless steel dengan lobang kecil di ujungnya. Caranya adalah dengan menusuk cacing dengan kawat ini dari kepala, hingga tembus ke dubur. Selanjutnya, mata pancing dimasukkan ke dalam lubang tusukan tadi. Setelah itu, cacing ditarik ke atas melewati mata pancing, hingga leader berada di dalam badan cacing. Dan, umpan siap untuk digunakan.
Dengan cara ini, cacing akan bergerak sempurna seperti cacing hidup. Disamping itu, penggunaannya akan lebih awet karena udang cenderung akan memakan ujung cacing, dimana mata ujung tajam mata pancing berada. Apabila ujung umpan habis dimakan, kita tinggal menurunkan cacing yang berada di leader ke bawah hingga ujung tajam mata pancing tertutup umpan. Demikian seterusnya hingga umpan habis.

Leader Kawat
Apabila kita menggunakan leader kawat, pemasangan umpan akan jauh lebih mudah karena leader sudah berfungsi sekaligus sebagai tusukan. Leader tinggal ditusukkan ke kepala cacing hingga tembus ke dubur, dan leader langsung dapat disambungkan ke kenur utama dengan bantuan snap swivel.

Chumming/Bom Umpan
Disamping spot udang yang terbentuk karena proses alami, kita dapat mengumpulkan udang di lokasi yang kita inginkan, tentunya dengan bantuan chumming.
Bermacam-macam bahan dapat digunakan sebagai chumming, seperti bakaran terasi/belacan, ampas kelapa, kelapa bakar, pelet, atau tulang sapi bakar.
Chumming tersebut dimasukkan ke dalam kantong yang terbuat dari jaring bermata halus atau kaos kaki/stocking yang diberi timah pemberat. Kantong tadi dapat dilemparkan ke titik-titik tertentu dan setelah beberapa jam titik tersebut akan menjadi spot yang sangat potensial.
Chumming juga dapat berfungsi untuk mengumpulkan anak-anak udang dan ikan kecil yang akan digunakan sebagai umpan. Caranya, ambil jaring halus berdiameter 1 meter yang telah diberi rangka di ke empat sisinya (mirip serokan). Tenggelamkan jaring tersebut dengan chumming berada di tengahnya. Anak-anak udang dan ikan kecil akan segera berkumpul mengerumuni chumming tersebut setelah beberapa saat. Angkat jaring tersebut secara berkala, dan kumpulkan umpan anak-anak udang/ikan kecil hingga mencukupi bekal mancing kita.

Setting Rigging
Setting rigging untuk memancing udang sama dengan rangkaian glosor untuk memancing ikan. Leader dihubungkan ke tali utama dengan bantuan swivel, disertai dengan timah hidup berbentuk bulat atau segitiga dengan berat maksimal 30 gram di tali utama. Beratnya timah disesuaikan dengan arus sungai. Semakin deras arusnya, tentunya ukuran timah akan lebih besar pula. Namun apabila timah seberat 30 gram saja masih terbawa arus sungai, jangan ragu-ragu untuk segera meninggalkan tempat tersebut, karena anda berada di tempat yang salah. Udang tidak akan berada di tempat yang arus airnya mampu menghanyutkan timah pemberat ukuran 30 gram..!!


Teknik Memancing
Pola Makan Udang
Berikut ini adalah ciri khas atau kebiasaan makan udang galah:
1.      Apabila udang galah beratnya lebih 300 gr maka umpan akan langsung dilarikan dan ujung joran akan langsung menukik.
2. Untuk udang ukuran sedang biasanya sewaktu umpan dimakan, leader akan dipegang dan ditarik-tarik menggunakan capitnya sehingga ujung joran akan terangguk seperti ikan kecil yang makan.
3. Untuk udang yang berukuran kecil biasanya pola makannya hampir sama dengan yang berukuran sedang, oleh karena itu sering – seringlah mengecek dengan menaikkan ujung joran dan apabila berat atau ada tarikkan maka umpan sedang dimakan
Untuk memancing udang tidak diperlukan gerak reflek yang cepat untuk menyentak joran seperti mancing ikan. Mancing udang justru diperlukan tingkat kehati-hatian serta ketelitian yang tinggi, terutama pada saat strike pertama kali serta saat udang sudah mendekati permukaan air.
Di sinilah seni memancing udang baru terasa. Tidak perlu panik dan tergesa-gesa menarik udang terlalu cepat dari air, nikmati saja tarikan tersebut. Ikuti kemana udang lari dengan memainkan ujung joran secara hati-hati. Tentunya setting drag 30% dari kekuatan kenur tetap menjadi hal yang utama.
Kemungkinan udang mocel sangat besar bila kita terburu nafsu mengangkat udang secepat mungkin dari air. Hal ini terjadi karena mulut udang sangat rapuh. Tarikan yang terlalu kasar, ditambah tenaga perlawanan udang itu sendiri yang kadangkala membuat mulut udang menjadi terkoyak hingga menyebabkan mocel.
Anda bebas untuk memilih lokasi mancing dari pinggir atau menggunakan perahu. Penggunaan perahu tentunya membuat kita lebih fleksibel untuk berpindah-pindah tempat serta dapat menjangkau areal yang lebih luas dalam mencari hot spot.
Jangan remehkan lokasi yang diperkirakan ada buaya. Justru di lokasi itulah hotspot ikan dan udang berada.
Ingat, buaya tidak akan tinggal di tempat yang tidak menyediakan makanan baginya.
Selama kita bersikap "arif" dan tidak mengganggu, buaya tidak akan membahayakan pemancing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar